*/

Novita Wijayanti bersama Rakyat

Novita Wijayanti bersama Generasi Muda

Kamis, 11 Februari 2016

Persyaratan Wajib Berbahasa Indonesia Bagi Para Tenaga Kerja Asing

Pemerintah telah menghapus persyaratan wajib berbahasa Indonesia bagi para Tenaga Kerja Asing. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang baru menggantikan Permenakertrans Nomor 12 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dengan alasannya lantaran untuk mempermudah investor masuk ke tanah air, harusnya pemerintah memberi fasilitas yang baik dan kemudahan, bukan dengan menghapus peraturan wajib berbahasa Indonesia.

Langkah ini sebuah kemunduran. Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa kita. Kesempatan TKA mendalami bahasa Indonesia akan belajar budaya dan secara tidak langsung memperkenalkan. 




Rabu, 10 Februari 2016

Mencintai Wisata Indonesia

Pesona Indonesia tidak akan habis-habisnya dibahas. Dengan kekayaan alam, budaya, bahasa bahkan kuliner menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan baik.

 Indonesia dapat menjadi salah satu tujuan wisata dunia yang cukup eksotis untuk dijelajahi. Banyak tempat yang bisa dieksplor keindahannya. Bahkan terdapat surga tersembunyi karena belum tersentuh.

Kekuatan wisata dapat berdampak secara ekonomi. Roda ekonomi masyarakat akan bangkit dan mandiri. 

Oleh karena itu ayo cintai wisata Indonesia... datang dan promosi secara bersama-sama...



Selasa, 09 Februari 2016

Mengatasi Gelombang PHK

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja, terdapat 43.085 orang di-PHK per September 2015.

Pemerintah harus mengatasi permasalahan akibat dampah PHK. Bagaimanapun karyawan yang terkena PHK memiliki keluarga yang perlu dinafkahi.

Melemahnya daya serap tenaga kerja di beberapa sektor industri, membuat angka pengangguran bertambah. Serta beberapa perusahaan asing yang menutup cabangnya di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang, bertambah 320 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 7,24 juta jiwa.

Pemerintah perlu memeriksa kebijakan ekonominya apakah berdampak positif atau negatif terhadap perekonomian nasional. Kita tidak berharap akan terjadi gelombang PHK terus menerus.

Senin, 08 Februari 2016

Selamat Tahun Baru Imlek 2016

Toleransi bagi masyarakat Indonesia merupakan kebutuhan agar berkehidupan rukun dan aman. Tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional memberikan kesempatan bagi yang merayakannya dapat berkumpul bersama keluarga.

Indonesia sebagai negara yang besar menjadi contoh bagi negara lain.  Tidak perlu ada pertikaian dalam perbedaan.

Kita bangga menjadi generasi penerus yang memiliki budaya yang berbeda-beda. Mewariskan budaya kepada anak cucu. Kita memiliki harta yang berharga.

Selamat tahun baru Imlek 2016...




Minggu, 07 Februari 2016

Hidup Bukan Diratapi

Meratapi kehidupan yang semakin sulit adalah wajar. Bukan berarti kita terpuruk dalam keterbatasan.

Perekonomian Indonesia yang belum stabil membuat kita sebagai perempuan bingung dengan harga bahan makanan yang tidak murah. Padahal kita harus membeli susu untuk anak atau membeli beras untuk keluarga.

Sebagai perempuan kita tidak ingin keluarga kita merasakan kurang gizi bahkan kelaparan.

Kita sebagai perempuan bisa menjadi solusi bagi keluarga... mari sama-sama buktikan kita perempuan yang kuat...

Sabtu, 06 Februari 2016

Pendidikan Generasi Muda

Memperhatikan pendidikan anak adalah kewajiban orang tua. Memilihkan sekolah terbaik dengan pertimbangan segala aspek untuk perkembangan anak.

Tidak hanya baik dalam raport, tetapi baik dalam bertutur kata atau bersikap menjadi dambaan kita untuk generasi muda.

Miris melihat generasi muda hanya membuang-buang waktu dalam hal negatif. Saya berharap kita sebagai orang tua lebih memperhatikan pendidikan anak. Jangan biarkan kita terlena dalam kesibukan... mereka membutuhkan perhatian kita.

Jumat, 05 Februari 2016

Jangan Biarkan Batik Indonesia Mengalah

Sebelum Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan, batik dari Tiongkok telah memasuki pasar Indonesia. Harga murah dibanding produksi asli karya anak bangsa. Hal ini mempengaruhi penghasilan pengrajin batik.

Setelah MEA diterapkan, batik impor akan memasuki pasar Indonesia secara bebas. Meskipun kualitasnya lebih baik buatan Indonesia, dengan himpitan ekonomi saat ini menyebabkan masyarakat lebih memilih produk murah.

Meskipun seperti itu, kualitas nomor 1 bagi pecinta batik. Pengrajin batik harus mampu bertahan. Karena batik merupakan warisan budaya Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi... ayo beli batik asli buatan Indonesia...


Kamis, 04 Februari 2016

Tidak Perlu Risau Tentang Masa Depan

Anak-anak hanya menuliskan mimpi mereka. Belajar dengan giat agar cita-cita tercapai. Bahkan di usia mereka, menganggap usia dewasa adalah luar biasa.

Anak-anak bisa mengekspresikan diri mereka, mengutarakan pendapat tanpa takut salah dan lainnya. Di usia inilah anak-anak memahami dunia bermain hal yang paling menyenangkan.

Anak-anak tidak perlu risau terkait masa depannya. Belum saatnya tahu bangsa Indonesia lagi bersusah payah...