Novita Wijayanti bersama Rakyat

Novita Wijayanti bersama Generasi Muda

Rabu, 01 Juli 2015

Wahai Pemuda !

Syukur yang terucap adalah ketulusan hati. Bukankah dalam kondisi tidak menentu bangsa ini, kita masih di beri kesempatan untuk bernafas. Maka jangan biarkan kehidupan kita dalam semu belaka. Ayo bangkit pemuda. Kenapa selalu pemuda? 

Tanpa sadar pemuda selalu di kaitkan dengan bangsa ini. Bahkan Bapak Proklamator sering menyebut pemuda. "Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia". Pemuda adalah masa depan bangsa. Pemuda adalah penggerak perubahan. 

Bangkitlah wahai pemuda. Jangan biarkan dirimu terlena. Jangan biarkan dirimu berdiri di jalan-jalan tanpa harapan. Jangan biarkan dirimu berada di jejeran sampah masyarakat. 

Saya Novita Wijayanti mengajak pemuda menjadi harapan masyarakat...Ayo rubah diri sendiri. Mengubah bangsa ini memperlukan kekuatan mu.

Selasa, 30 Juni 2015

Stop Suap Menyuap

Suap menyuap menjadi budaya Indonesia? Tapi kita tidak mengharapkan hal itu terjadi. Dengan kondisi Indonesia sebagai negara berkembang, kita mengharapkan korupsi tidak ada. Jika terjadi terus menerus maka dampaknya negara semakin miskin. Dana untuk masyarakat di ambil seenaknya oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Bagaimana kita memerangi Korupsi?. Masyarakat lebih menyukai hal yang praktis tanpa ribet sehingga lebih suka melakukan suap menyuap. Maka hentikan mulai sekarang. Jangan lakukan lagi. Karena hal kecil ini dan dilakukan oleh banyak orang saya yakin koruptor tidak ada. 

Saya Novita Wijayanti mengajak masyarakat memberantas korupsi dari sekarang. Dari hal kecil yaitu hentikan suap menyuap.

Minggu, 28 Juni 2015

Menjaga Kerukunan

Indonesia tidak akan pernah maju jika masyarakatnya tidak rukun. Karena perselisihan antar masyarakat akan membuang waktu, tenaga dan pikiran. Seringkali perbedaan antar masyarakat muncul. Ini bisa di pahami karena Indonesia memiliki adat istiadat, suku dan agama yang berbeda-beda. 

Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat harus memilki sikap toleransi dan bertenggang rasa serta saling menghargai satu dengan yang lainnya. Dengan ini masyarakat akan saling bahu membahu untuk mewujudkan kedaulatan bangsa. Karena ini pula lah Indonesia akan bangkit serta berkembang agar tidak tertinggal dengan bangsa lain. Maka dipastikan Indonesia maju menandakan masyarakatnya sejahtera.

Saya Novita Wijayanti mengajak masyarakat untuk menjaga perdamaian yang sudah lama terbentuk. Jangan biarkan sikap egois kita meruntuhkan kerukunan. Karena kita Bhinneka Tunggal Ika

Sabtu, 27 Juni 2015

Mengajak Kaum Muda Membuka Usaha Sendiri

Bangsa ini masih berputar dengan masalah kemiskinan. Bagaimanapun pengangguran akan menyebabkan tingkat kriminal semakin tinggi. Wajar karena manusia ingin tetap bertahan hidup dengan cara apapun. Lalu bagaimana cara kita untuk membenatu pemerintah memberantas kemiskinan?
Khususnya kaum muda yang baru menyelesaikan pendidikan gelar sarjana, jangan langsung menawarkan diri ke perusahaan tetapi menjadikan diri sebagai "bos". Caranya membangun usaha kreatif sehingga dapat membuka lapangan kerja.

Dengan langkah ini, kita dapat membantu masyarakat dalam perbaikan ekonomi. Jangan takut gagal karena dengan persiapan matang serta analisis SWOT ( strengths, weaknesses, opportunities dan threats) yang tepat dan jangan lupa dengan kekuatan doa, pastinya keberhasilan itu pasti datang.

Saya Novita Wijayanti mengajak kaum muda untuk membangun bisnis kreatifnya. Dengan ini kita membantu perbaikan ekonomi Indonesia.

Jumat, 26 Juni 2015

Pendidikan Begitu Penting

Pendidikan menjadi sangat penting ketika memasuki era globalisasi. Banyak faktor orang tua mulai menyadari pendidikan menjadi no 1 bagi anaknya. Berlomba-lomba menyekolahkan di tempat yang terbaik dengan di dukung sarana prasana yang memadai. Tidak di pungkiri semakin bagus kualitas sekolah semakin mahal biayanya.

Pendidikan menjadi bekal anak menuju kesuksesan. Memang gelar pendidikan tidak menjamin anak untuk tidak pernah mengalami kegagalan. Tetapi dengan pendidikan, anak mempunyai bekal ilmu yang cukup serta pengembangan bakat di sekolah menjadi modal anak di era persaingan saat ini.

Bagaimana dengan orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya?. Peran masyarakat untuk menjelaskan kepada orang tua betapa penting pendidikan meskipun dengan kondisi sangat sulit apalagi alasan ekonomi. Anak yang tidak bersekolah bukan hanya bermain di rumah tetapi juga bekerja untuk mencari uang. Bersama menjadi tanggung jawab bersama serta mencari solusi bersama. Jangan menjadi masyarakat yang apatis. Kita tahu pemerintah mempunyai program dana BOS maupun beasiswa Bidik Misi. Mari kita kawal bersama sehingga program ini tepat sasaran.

Saya Novita Wijayanti mengajak kaum perempuan untuk peduli pendidikan anak. Karena masa depan bangsa ini akan diteruskan oleh anak-anak kita.


Kamis, 25 Juni 2015

Memanfaatkan Waktu Untuk Generasi Muda

Pemuda sebagai generasi muda penerus bangsa mampu memanfaakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Bukan turun dijalan untuk tawuran, memakai narkoba, seks bebas ataupun melakukan hal negatif lainnya. Generasi muda juga bukanlah orang yang waktunya habis di mall, menghamburkan uang orang tua atau bahkan tiduran dirumah karena malas.

Mereka bukan generasi muda yang diharapkan bangsa. Karena bangsa ini membutuhkan sosok yang rajin,  aktif dan berakhlak yang baik Karena merekalah yang akan menjaga Indonesia kedepannya.

Saya Novita Wijayanti mengajak generasi muda mengisi waktunya dengan kegiatan positif. Merubah diri sendiri, keluarga, masyarakat serta bangsa.

Rabu, 24 Juni 2015

Agar Globalisasi Bermanfaat

Memperhatikan perkembangan Bangsa Indonesia saat ini, kita tidak bisa menutup mata melihat perubahan yang terjadi. Bagaimanapun pengaruh luar yaitu globalisasi akan berdampak positif maupun negatif.

Jika dilihat dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa. Tetapi saat ini, kita masih melihat banyak rakyat hidup dalam kemiskinan.

Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan IPTEK dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. Tetapi jangan sampai budaya asli bangsa kita hilang di gantikan budaya bangsa lain serta memanfaatkan IPTEK dengan sebaiknya. Bagaimanapun kita miris ketika tekhnologi di salahgunakan oleh generasi muda.

Saya Novita Wijayanti mengajak khususnya kaum muda untuk memanfaatkan peluang ini untuk memajukan bangsa Indonesia yang lebih baik.


Selasa, 23 Juni 2015

Ekonomi Kerakyatan

Beberapa Ciri Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi kerakyatan dicirikan dari keberpihakan terhadap kepentingan rakyat banyak. Pemanfaatan sebesar-besarnya sumber daya alam, sumber daya teknologi, sumber daya pemodalan, dan sumber daya manusia untuk kesejahteraan rakyat keseluruhan.

Pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat diindikasikan dari beberapa ciri berikut:

(1) Alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) minimal 51% untuk program dan kegiatan yang mensejahterakan rakyat banyak.

(2) Keuntungan yang diperoleh negara dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) minimal 51% dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat banyak.

(3) Distribusi dana tersebut menyebar kesetiap desa di seluruh wilayah NKRI dengan variasi antar desa tidak lebih dari 10%.

(4) Mulai dialokasikan anggaran khusus untuk mengantisipasi peningkatan resiko gagal para petani akibat climate change yang mulai terjadi saat ini dengan terdistribusi keseluruh desa di Indonesia berupa Jaminan Keberhasilan Berusaha.

(5) Peningkatan proporsi Jaminan Sosial kepada Manula, Anjal, Orang Cacat, Pengemis, Gelandangan, Pemulung dan tenaga kerja yang belum mendapat kesempatan bekerja.

(6) Menerapkan pemberdayaan partisipatif yang lebih intensif.

(7) Luasan kepemilikan lahan untuk rakyat keseluruhan dengan variasi tidak lebih dari 10%.

Ciri-ciri diatas yang terangkup dalam suatu pembangunan ekonomi menjadikan pembangunan ekonomi tersebut disebut sebagai pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat atau disebut juga Ekonomi Kerakyatan.

Ciri lebih lanjut dari penerapan pembangunan ekonomi kerakyatan adalah rendahnya prosentase masyarakat yang tergolong miskin atau berpendapatan kurang dari $ 2 per hari, yaitu nilai prosentase masyarakat miskinnya kurang dari 5%.

Pengertian Ekonomi Kerakyatan:

Ekonomi kerakyatan adalah identik dengan Ekonomi Pancasila, yaitu ekonomi yang digerakkan berdasarkan prinsip optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya teknologi, sumber daya permodalan, sumber daya manusia (pelaksana dan pakar) yang ada untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat banyak.

Perbedaan Ekonomi Kerakyatan dengan Ekonomi Liberal:

A. Ekonomi Liberal

Ekonomi Liberal atau dikenal dengan sebutan Ekonomi Pasar Bebas merupakan pembangunan ekonomi yang sebesar-besarnya ditentukan oleh mekanisme pasar bebas.

Keunggulan Ekonomi Liberal adalah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapapun untuk masuk dalam mekanisme pasar tersebut.

Kelemahan Ekonomi Liberal adalah penguasaan pasar oleh para pemilik modal besar dan menghancurkan pemilik modal kecil, sehingga pemodal kecil tidak mampu masuk dalam mekanisme pasar bebas tersebut. Selain itu akan berakibat kesenjangan yang sangat lebar antara si Kaya dengan si Miskin yang berakibat terjadinya kecemburuan ekonomi yang mengarah kepada kecemburuan sosial dan penghancuran sistem ekonmi itu sendiri.

Ekonomi Liberal ataupun perubahannya yang disebut Ekonomi Neoliberal lebih memihak kepada kepentingan pemilik modal besar dan kurang berpihak kepada rakyat banyak. Bahkan lebih lanjut, pemerintahan yang menerapkan prinsip ini akan diintimidasi para pemilik modal besar sehingga mengorbankan kepentingan rakyat banyak. Pemerintah yang menerapkan prinsip ini biasanya tergolong pemerintah yang lemah.

B. Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi Kerakyatan memerlukan peran aktif pemerintah untuk mengatur agar pemanfaatan sumber daya alam yang ada untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat banyak, sehingga akan memberikan kesempatan yang sama dalam menikmati hasil kekayaan alam yang dimiliki bersama tersebut.

Keunggulan Ekonomi Kerakyatan adalah: (1) terlindunginya rakyat banyak dari persaingan yang tidak seimbang dengan para pemilik modal besar, (2) lebih mampu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak, (3) memperkecil kesenjangan antara si Kaya dengan si Miskin, dan (4) menciptakan hubungan sinergis antara Pemilik Modal Besar dengan Masyarakat banyak sebagai mitra kerjanya.

Kelemahan Ekonomi Kerakyatan adalah kurang diminati para pemilik modal besar karena keuntungan mereka perlu berbagi yang lebih proporsional dengan masyarakat banyak.

Pemerintahan yang menerapkan prinsip ini memerlukan sosok Pemimpin yang pemberani, tegas, kuat dan visioner. Pemimpin seperti ini berkemampuan untuk menghimpun para pemilik modal besar yang mau berbagi keuntungan secara proporsional untuk kepentingan rakyat banyak dengan prinsip sinergi antara pemilik modal tersebut dan rakyat banyak. Pemerintahan yang menerapkan prinsip ini merupakan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat banyak, sehingga lebih mensejahterakan rakyat banyak.

Prinsip Ekonomi seperti apakah yang sesuai untuk Indonesia?

Negara sedang berkembang (developing contry) seperti Indonesia sangat sesuai menerapkan prinsip ekonomi kerakyatan. Prinsip ini sejalan dengan amanat para pejuang dan pendahulu / pelopor negeri ini yang dituangkan mereka dalam UUD 1945.

Mengapa kita sebaiknya menerapkan Ekonomi Kerakyatan ini?

Negara Indonesia saat ini rakyatnya hampir separuh dalam kondisi miskin seperti yang diungkapkan World Bank, yaitu jumlah rakyat miskin di Indonesia sebesar 115 juta orang pada tahun 2008 (Prabowo, 2009), jumlah ini sangat banyak dan berpotensi memicu permasalahan kecemburuan ekonomi dan sosial. Jumlah rakyat miskin yang banyak tersebut memerlukan peran yang lebih aktif dari pemerintah dalam menyelamatkan mereka dari kemiskinan dan sekaligus peran dalam mensejahterakan mereka. Apabila pemerintah menerapkan sistem ekonomi liberal akan menyebabkan kesempatan bersaing yang seimbang makin tertutup sehingga akan memperbesar jumlah masyarakan miskin, selain memperlebar kesenjangan ekonomi dan sosial. Akan tetapi, apabila pemerintah memilih menerapkan ekonomi kerakyatan, akan membuka kesempatan yang lebih banyak kepada masyarakat kecil untuk turut berpartisipasi seluas-luasnya dalam pembangunan ekonomi tersebut, sehingga memperbesar kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan yang lebih layak dan menjadi lebih sejahtera. Peran aktif pemerintah dalam ekonomi kerakyatan akan melindungi dan memberi kesempatan yang seimbang untuk masyarakat banyak. Hal ini mencirikan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil.