*/

Novita Wijayanti bersama Rakyat

Novita Wijayanti bersama Generasi Muda

Sabtu, 24 September 2016

Menyambut Hari Tani Nasional 2016

Hari ini, 24 September 2016, bertepatan dengan ditetapkanya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960), yang mendasari lahirnya Hari Tani Nasional.

Petani di Indonesia merupakan salah satu pemacu nadi nasional, baik dari segi perekonomian, pangan,bahkan sandang dan papan. Tanpa petani, Negara Indonesia yang dijuluki sebagai negara agraris mungkin hanya sekedar cerita. Karena Hasil Bumi di Indonesia merupakan kekayaan yang terus hadir bila terus diolah.

Menyambut Hari Tani Nasional 2016, saya Novita Wijayanti mengucapkan selamat Hari Tani Nasional kepada segenap petani Indonesia. Sejahtera untuk petani, semoga terus menghasilkan produk-produk terbaik dan berkualitas.
Saya, Novita Wijayanti Mengucapkan Selamat Hari Tani 2016



Rabu, 21 September 2016

Hari Perdamaian Dunia, Cita-Cita Bangsa

Hari ini, tepat pada tanggal 21 September 2016, diperingati sebagai Hari Perdamaian Dunia (International Day of Peace). Hari ini turut diperingati oleh seluruh negara di dunia terutama negara anggota PBB, salah satunya adalah Indonesia.

Peringatan hari perdamaian dunia merupakan penyadaran tentang arti pentingnya nilai kemanusiaan, terkhusus negara Indonesia, peringatan perdamaian dunia menjadi setrum yang lebih dalam memahami dan menghargai perbedaan sehingga tidak perlu terjadi konflik yang merusak perdamaian bangsa

Negara dengan asas bhineka tunggal ika, kekayaan yang teramat melimpah dengan segala kelebihan yang ada. Mari kita saling menghargai dan toleransi dalam rangka menciptakan perdamaian yang menjadi cita-cita luhur negara kita. Karena perdamaian yang kita tanamkan hari ini, akan menjadi warisan yang tiada ternilai harganya bagi generasi penerus kita. Jayalah Indonesiaku.

Foto saya bersama anak saya, Perdamaian yang kita ciptakan saat ini, menjadi warisan bagi mereka.

Senin, 19 September 2016

Dirgahayu PMI, 71 Tahun Mengabdi dalam Kemerdekaan

Kemarin, tepatnya pada tanggal 17 September merupakan hari Palang Merah Indonesia (PMI). Badan yang terbentuk tepat sebulan setelah kemerdekaan republik Indonesia ini memiliki tugas yang sangat mulia. Sejarah kelahirannya PMI merupakan pertanda nyata bahwa Indonesia telah merdeka, PMI merupakan organisasi yang bergerak berlandaskan komitmen kemanusiaan.

71 tahun sudah berlalu, seiring Indonesia mengisi kemerdekaan, PMI turut hadir mendampingi. Bukan hanya sekedar bank donor darah, namun juga memiliki tiga tujuan utama yakni memperbaiki hajat hajat hidup masyarakat rentan, memibilisasi kekuatan kemanusiaan dan bekerja secara efektif. Seperti yang dapat kita ketahui bersama ketika terjadi bencana maupun peperangan PMI merupakan salah satu garda terdepan untuk membantu masyarakat.

Saya sangat bangga Indonesia memiliki PMI, karena PMI merupakan organisasi netral yang tidak terikat, namun melayani segenap masyarakat negeri tanpa memandang suhu, ras dan agama. Inilah wujud dari bhineka tunggal ika. Dirgahayu PMI, Dirgahayu Bangsaku.

Ketika saya tengah donor darah oleh PMI beberapa waktu lalu.

Kamis, 15 September 2016

Kunjungan Ke RSUP Kariadi Bersama BURT DPR RI

Pada kesempatan minggu lalu, tepatnya tanggal 31 Agustus 2016, saya Novita Wijayanti selaku Wakil Ketua BURT DPR RI berkesempatan untuk memimpin kunjungan anggota BURT ke RSUP DR. Kariadi di Kota Atlas, Semarang.

Kunjungan ini bertujuan monitoring kinerja Jasindo dan RSUP DR.KARIADI sebagai provider. Kinerja ini kami pantau bersama demi terselenggaranya pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Kesehatan adalah hal berharga yang sepatutnya kita jaga. Mari kita wujudkan Indonesia sehat bersama, berawal dari diri kita sendiri.

Kunjungan ke RSUP Kariadi, Semarang

Jumat, 09 September 2016

Hari Olahraga Nasional dan Semangat Kebangsaan

Hari ini, 9 September Indonesia bergelora, membara semangatnya. Hari ini turut diperingati sebagai Olahraga Nasional. Sebagai pengingat, lahirnya hari Hari Olahraga Nasional ini tak lepas dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama (PON1) yang digelar di Surakarta, Solo, Jawa Tengah pada tanggal 9 September – 12 September 1948.

Kembali ke gelora semangat yang menghangat di Negeri ini, setelah Olimpiade Rio berlangsung, yang turut memberi hadiah ualng tahun yang manis bagi Indonesia, Olimpiade ini turut menyalahan kembali api cita -cita pemuda sebagai Atlet penebar harum bangsa ini. Tak hanya olimpik, tahun ini tak tanggung-tanggung, dikirimnya 9 atlet paralimpik Indonesia semakin mencanangkan semangat Indonesia yang terpatri di setiap hati pemuda bangsa.

Tidak saya pungkiri, saya turut larut dan bangga dalam euforia ini, betapa bangganya melihat pemuda dengan semangat sportifitas gagah berani membawa harum Indonesia kepada dunia. Saya berharap, semangat sportifitas ini terus menyala, seiring semakin berkobarnya semangat nasionalisme di hari pemuda Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. Mari isi kemerdekaan ini dengan semangat kebangsaan, berjuang untuk Indonesi penuh prestasi.

Ananda Maria Natalia Londa Atlet Lompat Jauh Indonesia yang membawa Sang Saka Merah Putih dengan penuh kebanggaan (Sumber : Google)

Hari Aksara Internasional Milik Bersama

Kemarin, 8 September 2016 diperingati sebagai hari Aksara Internasional. Bermula dari Konferensi Tingkat Menteri Negara-Negara Anggota PBB yang diselenggarakan oleh UNESCO, terlahirlah Hari Aksara Internasional (International Literacy Day) yang disepakati pada tanggal 8 September.

Semangat Hari Aksara Internasional yang tercetus dalam memerangi buta aksara diseluruh dunia. Hari ini diperingati oleh seluruh masyarakat dunia. Sejalan dengan itu saya sangat apresiasi dengan semangat-semangat yang menyala untuk menerangi gelap buta aksara yang dilakukan baik lembaga formal (sekolah) maupun non formal (les, rumah belajar dan sebagainya).

Saya percaya, hari aksara internasional ini memang patut dimiliki oleh setiap orang. Oleh sebab tiu saya mendukung segala kegiatan dalam memperjuangkan Indonesia menuju “melek” huruf. Semoga selalu menyala perjuangan menuju masyarakat Indonesia semakin cerdas.

Selamat Hari Aksara Intrnasional terkhusus seluruh masyarakat Indonesia (sumber gambar : google)

Kamis, 08 September 2016

Sosialisasi 4 Pilar di Kecamatan Maos, Cilacap

Pada hari Minggu, 28 Agustus 2016 saya berkesempatan untuk bertemu, bersilahturahim dengan masyarakat kecamatan Maos, Cilacap untuk sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Jika beberapa waktu lalu saya sempat hadir di Cilacap untuk memberikan sosialisasi terkait 4 pilar, namun tiada berkurang semangat saya disini. Karena setiap kesempatan adalah tidak ternilai harganya untuk dapat mengabdi ke tanah tinggal sendiri.

Keempat pilar Indonesia sejatinya tidak dapat disamaratakan begitu saja kedudukannya, namun eksplisit sesuai dengan kedudukannya masing-masing. Menurut saya, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu bangsa. komitmen kebangsaan akan keutuhan NKRI menjadi suatu keniscayaan yang harus dipahami oleh seluruh komponen bangsa dan tidak dapat diganggu gugat.

Kehangatan dan antusiasme dari warga kecamatan Maos merupakan potret bangsa yang menghargai dan penuh cinta. Saya berharap semoga dengan adanya sosialisasi 4 pilar ini semakin menguatkan persatuan dan jiwa nasionalisme.

Suasana Sosialisasi 4 Pilar di Kecamatan Maos, Cilacap

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Waduk Bener

Pada hari Jum’at 26 Agustus lalu saya bersama anggota Komisi V DPR RI dan Kementrian Pekerjaan Umum melakukan kunjungan kerja ke Purworejo – Jawa Tengah. Tujuan kami adalah waduk Bener yang akan menjadi bahan bagi kami, komisi V DPR RI, untuk menyusun kebijakan yang betul betul di perlukan masyarakat, sekaligus kami melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah. Rombongan kami dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR RI, Michael Wattimena didampingi Direktur Irigasi dan Rawa Adang Saf Ahmad dan Kepala BBWS Serayu Opak Tri Bayu Aji dan disambut oleh Bupati Purworejo Agus Bastian.

Kami Komisi V DPR RI mendukung pembangunan waduk Bener, urgensi dari pengadaan waduk ini adalah  Waduk Bener akan mengairi area irigasi seluas 15.519 hektar, disamping itu waduk berfungsi sebagai suplai air baku untuk keperluan rumah tangga. Waduk Bener juga akan digunakan untuk PLTA (Pembangkit listrik tenaga air). Namun karena proyek tersebut merupakan pembangunan multiyears, maka hal tersebut dilakukan secara bertahap.

Bersama dengan pembangunan infrastruktur berupa waduk ini saya berharap, nantinya akan semakin melancarkan pengiran yang dapat meningkatkan produktivitas pangan di Purworejo. Selain itu, bersama dengan adanya alternatif pengairan akan hadir juga sumber tenaga listrik di Purworejo.

Suasana Ketika saya dan Komisi V DPRD RI Berkunjung ke Waduk Bener Akhir Agustus lalu.