*/

Novita Wijayanti bersama Rakyat

Novita Wijayanti bersama Generasi Muda

Sabtu, 29 Agustus 2015

Dimana-Mana Macet

Indonesia menjadi target produsen mobil motor. Bagaimana tidak, tiap tahun penjualan meningkat. 

Pertumbuhan penjualannya tidak sebanding dengan kondisi jalan yang ada. Besar jalan masih sama, jalan banyak yang rusak dan lainnya. Akhirnya macet dimana-mana. Hal lumrah jika ibukita macet tetapi sekarang kota propinsi mulai merasakan.

Padahal di negara maju mulai menerapkan pembelian mobil dengan sangat ketat. Menggiring warganya kedalam transportasi massal. Sebanding aturannya, fasilitas yang disediakan juga lengkap. Dari kereta cepat, bis yang nyaman dan lainnya.

Jika tidak ingin semakin buruk, harusnya pemerintah mulai memikirkannya.

Jumat, 28 Agustus 2015

Go Green

Cintai lingkungan sama seperti mencintai diri sendiri. Merawatnya dengan penuh suka cita agar bumi terselamatkan. 

Saat kita mewarisi kepada anak cucu, jangan biarkan kondisi bumi tidak layak untuk ditinggali. Mulailah dengan lingkungan tempat tinggal. Buatlah lahan untuk menanam pohon. Rawat dan ajarkan pada generasi muda lainya.

Kita harus peduli karena kalau bukan kita, siapa lagi.


Kamis, 27 Agustus 2015

Memilih Untuk Memaafkan

Sakit hati ataupun kecewa pernah dirasakan oleh siapapun. Rasa itu akan mengganggu kehidupan kita. Marah dan benci menjadi pendorong untuk membalas semua rasa itu.

Tapi percayalah...dengan memaafkan hidup kita lebih tenang. Karena dengan memaafkan. dapat menghilangkan rasa sakit hati atau benci.

Karena saya sadar, ada yang menyukai saya atau tidak. Tetapi saya lebih memilih untuk memaafkan.


Rabu, 26 Agustus 2015

Ketika Calon Pemimpin Memilih

Setiap individu berkesempatan mencalonkan diri menjadi bupati, walikota, gubenur dan presiden serta mempunyai visi misi untuk daerahnya, untuk bangsanya. Meskipun saat memerintah pasti ada kesulitan dan tantangan terutama godaan untuk memilih jalan yang salah.

Tanggal 9 Desember. PILKADA serentak seluruh Indonesia. Kenali visi misi mereka agar kita tidak salah memilih. Karena peyesalan selalu datang di akhir. Tetapi jangan sampai kita menjadi golput. Gunakanlah hak pilih untuk memilih yang terbaik. Golput hanya menandakan bahwa kita tidak memiliki mimpi besar untuk perubahan. Mulai sekarang yuk cari infonya ya...

Selasa, 25 Agustus 2015

Refleksi Diri

Refleksi diri sangat penting karena mengembalikan kita ke jalan yang benar saat kita melakukan sebuah kesalahan. Hanya syaratnya yaitu mau berubah. Tanpa mau merubah diri maka refleksi diri akan gagal, hanya sebatas mengingat kenangan.

Ternyata saya masih melakukan banyak kesalahan. Masih sedikit yang saya lakukan untuk masyarakat. Waktu terus bergulir dengan cepat, saat saya diam ditempat maka masyarakat menjadi korban.

Semoga Tuhan tetap membimbing saya dalam jalan-Nya serta masyarakat tetap mengingatkan saat saya keliru.

Senin, 24 Agustus 2015

Kesedihan adalah Kebahagiaan

Setiap manusia mengalami cobaan yang bermacam-macan jenisnya. Dengan cobaan,kita belajar untuk bersabar. Karena sabar tidak ada batasnya. 

Setiap mengalami cobaan akan mendekatkan kepada Tuhan atau menjauh. Jika mendekatkan kepada Tuhan maka cobaan adalah kebahagiaan.

Jangan bersedih... bangkitkan semangatmu agar dapat menjalani kehidupan ini dengan senyum... Sambut kebahagianmu hari ini dan besok.

Minggu, 23 Agustus 2015

Senyumnya Generasi Muda

Kunjungan kali ini sangat luar biasa. Bertemu generasi muda. Generasi bangsa. Generasi perubahan. Beban berat berada dipundak mereka.

Apakah mereka menyadari itu?. Semoga saja. Dengan kesadaran, mereka akan bersungguh-sungguh dalam belajar. Meraih cita-cita sehingga dapat menjadi penggerak perubahan bangsa.

Senyumnya...menandakan kelegaan. Sesulit apapun, semoga mereka dapat meraihnya.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Anakku Sayang

Anakku...

Mengandungmu adalah kebahagiaan. Selama 9 bulan kita selalu bersama. Saat terlahir, tangismu adalah rasa syukur. Anugerah yang luar biasa yang Tuhan berikan kepadaku.

Kini bukan anak kecil yang berlarian di rumah, di taman. Tetapi sosok yang telah menginjak remaja. 

Cintaku padamu tak kan terbatas.