*/

Novita Wijayanti bersama Rakyat

Novita Wijayanti bersama Generasi Muda

Kamis, 01 Desember 2016

Musuhi Penyakit AIDS, Bukan Orangnya

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Hari AIDS Sedunia diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. HIV sendiri merupakan singkatan dari  Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia. Sementara AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus HIV tersebut.

HIV/AIDS menular melalui pertukaran cairan tubuh seperti transfusi darah, ASI, pemakaian jarum suntik bergantian, dan sebagainya. sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS dengan akurat, namun tidak ada salahnya bagi kita untuk mencegahnya, diantaranya adalah dengan Abstinence (Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah), Be Faithful (seia pada satu pasangan/tidak berganti-ganti pasangan),  Don’t Inject (Jangan menggunakan Narkoba Suntik lebih baik lagi tidak perlu menggunakan Narkoba) dan terakhir Education ( Perbanyaklah mencari dan menambah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi juga HIV/AIDS)

Hari AIDS sejatinya diperingati bukan untuk mengintimidasi saudara maupun kawan kita yang terinfeksi, juga bukan untuk mematahkan semangat berkarya mereka. Mari cegah dan jauhi penyebab penyakitnya dan mari rangkul teman-teman kita. Saya Novita Wijayanti mengucapkan selamat Hari AIDS Sedunia 2016.


Selasa, 29 November 2016

Selamat Hari KORPRI ke-45



Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) merupakan suatu organisasi profesi beranggotakan seluruh Pegawai Negeri Sipil baik Departemen maupun Lembaga Pemerintah non Departemen. Korpri berdiri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971, tanggal 29 November 1971.

Saat ini kegiatan Korpri umumnya berkiprah dalam hal kesejahteraan anggotanya, termasuk mendirikan sejumlah badan/lembaga profit maupun nonprofit. Tema penyambutan hari Korpri tahun ini begitu menggugah, yakni "Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara". Mari menjadi lebih baik dalam hal profesionalitas sebagai aparatur sipil negara, terutama untuk kepentingan negara Indonesia.

Sekali lagi saya ucapkan, selamat HUT KORPRI ke 45 semoga para anggotanya bisa melayani masyarakat dg baik, cepat dan tepat, ikhlas dan meningkat kesejahteraannya.Di bawah Panji Korpri, kita mengabdi tanpa pamrih, di dalam naungan Tuhan Yang Maha Kuasa, Korpri maju terus!

Jumat, 25 November 2016

Guruku... (Hari Guru Nasional 2016)

"Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" inilah ungkapan yang pantas untuk mendeklarasi para Guru di Indonesia. bagaimana tidak karena gurulah sebuah negeri ini menjadi berkembang dan maju. Bagaimana hari peringatan untuk menghormati guru kita ini bisa tercetus?. Hari guru ini tercetus sejak 2 bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yakni tanggal 24 sampai 25 November 1945. Para guru membentuk kongres guru untuk mendukung kemerdekaan Indonesia di kota Surakarta. Kongres ini merupakan tempat berkumpulnya para guru yang berjuang mempertahankan pendidikan di Indonesia ditengah penjajahan. Maka perlulah kita menghormati guru-guru yang sudah mengabdi kepada negeri ini untuk terus menjadikan anak bangsa generasi emas dan unggul.

Saya Novita Wijayanti sangat berterimakasih kepada para guru di Indoenesia yang sudah menjadikan saya sekarang tetap berjuang keras meneruskan pengabdian kepada negara atas ajaran guru saya yang dahulu diwariskan kebaikannya kepada saya. Jangan pernah lelah dan letih untuk terus menjadi abdi negara yang dapat memajukan generasi emas kedepan untuk bangsa Indonesia.

Marilah sebagai orangtua dan anak murid untuk bersama menghormati pula seorang pahlawan yang tanpa tanda jasa. Meski seringkali atau kadang guru yang kita anggap sebagai pemberi tugas sekolah yang banyak, mari lakukan tugas sebagai seorang murid dan percayakan sebagai seorang orangtua kepada Guru Indonesia yang selalu menjadi pahlawan di era globalisasi. 

Selamat Hari Guru Nasional 2016!

Kamis, 24 November 2016

Jaga Persatuan Demi Keutuhan NKRI

Sumber Foto : Republika.co.id

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Novita Wijayanti mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Ia juga menyeru pentingnya mempererat persahabatan dan persaudaraan serta melepas segala perbedaan yang ada demi menjaga keutuhan NKRI.

"Tokoh-tokoh politik, tokoh agama, tokoh adat, serta para pemimpin dan seluruh elemen bangsa segeralah bergerak sigap bertindak cepat menjadikan Empat Pilar Kebangsaan dapat tertanam di setiap manusia Indonesia, sehingga menjadi bangsa yang kokoh bersatu dan dapat membentengi diri dari segala pengaruh negatif," ujar anggota DPR  Dapil Jawa Tengah VIII itu di hadapan Serikat Tani Mandiri Majenang, dan mantan kades se-Kecamatan Majenang dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di di RM Citanduy Majenang, Seni (21/11).

Menurut Novita, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan kegiatan resmi MPR RI yang berpayung hukum UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Ia mengungkapkan, terdapat Empat Konsensus Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD’45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang perlu disosialisasikan secara berkesinambungan di masyarakat.

Ia menegaskan, bukan saatnya bangsa Indonesia berpangku tangan menikmati kemajuan dan kekayaan. Menurut dia, menghadapi era globalisasi bukan pekerjaan ringan, tetapi masih membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. 

"Bangsa ini masih banyak pekerjaan rumah untuk menjadi bangsa yang besar dan bermartabat. Tantangan yang semakin besar ini menuntut seluruh komponen anak bangsa bersatu, bahu membahu untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain di dunia," ungkapnya dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Selasa (22/11).

Novita mengungkapkan, setiap jiwa yang lahir di bumi pertiwi harus mempunyai peranan untuk ikut berkontribusi memajukan bangsa sesuai dengan jabatan dan kompetensinya.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID


Kamis, 17 November 2016

Harapan Baru untuk Kabupaten Cilacap

Cilacap merupakan tempat yang saya banggakan dan saya cintai, karena saya sendiri Novita Wijayanti berasal dari tempat yang indah ini. Beberapa waktu belakangan saya mengunjungi Kabupaten Cilacap, sekaligus melepaskan rasa rindu. Namun ada yang berbeda dari perjalanan saya kali ini, kembali saya menemukan sosok yang menurut saya dapat menghembuskan angin segar di Kabuparen Cilacap, Pak Fran. Hal yang cukup melekat di ingatan saya adalah ketika Pak Fran menghadiri beberapa acara yang berada di Cilacap Barat, saat itu saya turut bersama anak saya. Beliau luar biasa, sekali lagi menurut saya beliau merupakan figur yang begitu mengayomi, betapa tidak, sepanjang perjalanan rona ceria tidak pernah luput dari wajahnya beliau begitu sumringah dan berseri, bahkan ketika memaparkan visi dan misi, saya dapat merasakan semangat yang begitu kental melekat pada Pak Fran.

Salah satu yang sangat mengesankan saya dalam perjalanan kali ini dengan beliau saat beliau memberkentikan mobilnya disaat jalanan yang bergelombang, beliau bahkan ingin mengemudikan kendaraannya sendiri. "Saya ingin merasakan jalan rusak dengan menyetir mobil secara langsung, agar bisa ikut merasakan derita dan kesulitan warga. Insya Allah, jalan - jalan diwilayah Cilacap Barat yang pada rusak akan kita buat seperti di Dayeuhluhur. Disana kondisi jalannya mulus semua, bahkan hingga jalan desa yang terpencil sekalipun" tegas beliau. Saya tak dapat menahan decak kagum, sungguh inilah merakyat yang sepatutnya, merasakan masalah  untuk mencari solusi terbaik memperbaikinya. 

Ketika Pak Fran Mengendarai Kendaraannya di Jalan Bergelombang
H Fran Lukman, S.Sos, MM, atau biasa dipanggil dengan Fran, beliau merupakan salah satu Calon Bupati Cilacap yang patut untuk memimpin Kabupaten Cilacap, dengan segala pesona dan Visi serta Misi yang beliau bawa bersama Bambang Sutanto selaku Calon Wakil Bupati dengan nomor urut 3. Pak Fran sungguh memiliki totalitas sebagai seorang pemimpin sekaligus merupakan modal yang berharga untuk memajukan daerah khususnya Kabupaten Cilacap yang saya cintai ini bersama Bambang yang dengan jiwa mudanya memiliki semangat tak kalah denagn Pak Fran. Saya yain dengan kombinasi kedua orang luar biasa ini, dapat merangkul masyarakat di wilayah Cilacap dari segala elemen. Mungkin dilain waktu saya akan jelaskan sosok Bambang yang juga menginspirasi dalam perjalanan saya selama di Cilacap.

Saat Bertegur Sapa dengan Warga Cilacap




Selasa, 15 November 2016

BRIMOB Indonesia, Membersamai Kemarin, Kini dan Nanti

Pada hari ini, sejak dideklarasikan pada tahun 2014, 11 November menjadi hari Bangunan Nasional. Pemilihan 11 November dipilih, sebab memiliki angka satu (11/11) layaknya pilar yang dapat menopang pangunan dengan kokoh. penopang kokohnya sebuah bangunan. Selain itu, peringatan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi pembangunan di Indonesia karena berada di akhir tahun.

Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap bangunan, terkhusus adanya penyediaan fasilitas publik ataupun infrastruktur. Selain adanya pembangunan, tentunya dalam rangka Hari Bangunan Indonesia ini tidak lengkap rasanya tanpa melirik bangunan-bangunan arsitektural warisan budaya Indonesia. Sudah seharusnya kita sebagai generasi pewaris budaya tersebut terus menjaga dan melestarikan bangunan-bangunan yang turut meninggalkan nilai budaya tinggi.

Sangat wajib bagi kita untuk dapat terus menumbuhkan kesadaran untuk mengembangkan kualitas bangunan untuk masa depan serta menjaga dan merawat bangunan yang dimiliki untuk Indonesia yang lebih baik. Diharapkan ke depannya Indonesia terus melakukan pembangunan konstruksi yang semakin berkualitas untuk kepentikan seluruh masyarakat Indonesia.

Mereka yang berjuang bersama rakyat Sumber gambar : Google

Jumat, 11 November 2016

Membangun Indonesia Bersama

Pada hari ini, sejak dideklarasikan pada tahun 2014, 11 November menjadi hari Bangunan Nasional. Pemilihan 11 November dipilih, sebab memiliki angka satu (11/11) layaknya pilar yang dapat menopang pangunan dengan kokoh. penopang kokohnya sebuah bangunan. Selain itu, peringatan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi pembangunan di Indonesia karena berada di akhir tahun. 

Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap bangunan, terkhusus adanya penyediaan fasilitas publik ataupun infrastruktur. Selain adanya pembangunan, tentunya dalam rangka Hari Bangunan Indonesia ini tidak lengkap rasanya tanpa melirik bangunan-bangunan arsitektural warisan budaya Indonesia. Sudah seharusnya kita sebagai generasi pewaris budaya tersebut terus menjaga dan melestarikan bangunan-bangunan yang turut meninggalkan nilai budaya tinggi.

Wajib bagi kita untuk dapat terus menumbuhkan kesadaran untuk mengembangkan kualitas bangunan untuk masa depan serta menjaga dan merawat bangunan yang dimiliki untuk Indonesia yang lebih baik. Diharapkan ke depannya Indonesia terus melakukan pembangunan konstruksi yang semakin berkualitas untuk kepentikan seluruh masyarakat Indonesia.

Ketika saya melakukan kunjungan untuk melihat infrastruktur.

Kamis, 10 November 2016

Selamat Hari Pahlawan ke 71

Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, kembali memantik api semangat perjuangan yang berkobar panas pada tahun 1945. Teruntuk seluruh pahlawan pejuang kemerdekaan, gema namamu ada dalam doa penerusmu. Memang tidak akan sebanding dengan darahmu yang tumpah sebagai tunai janji baktimu pada pertiwi.

Kini generasi pengisi kemerdekaan berhimpun meneruskan perjuangan. Perbedaannya, bukan lagi senjata yang diangkat, namun karya dan prestatif anak bangsa menjadi bambu runcing yang menguncangkan dunia. Penemu muda terlahir, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berasal dari anak bangsa. Lawan dari pahlawan masa kini tentunya penjajahan dalam bentuk narkoba dan hal lain yang merusak generasi penerus kemerdekaan.

Pahlawan kini bukan lagi tentang angkat senjata. Pahlawan adalah mereka yang mengabdi, berjuang dan berkorban demi kemakmuran mangsa dan negara. Pahlawan adalah mereka yang mampu memikirkan kemajuan bangsa ini, bukan hanya sekedar kepentingan pribadi. Selamat Hari Pahlawan ke-71 untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Mengabdi untuk masyarakat dan negara adalah salahsatu dedikasi saya untuk mengisi kemerdekaan.