*/

Novita Wijayanti bersama Rakyat

Novita Wijayanti bersama Generasi Muda

Kamis, 21 April 2016

Pemikiran Kartini Yang Mengubah Indonesia

Setiap tanggal 21 April diperingati hari Kartini. Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Kartini bukan karena berjuang sambil memikul senjata tetapi kita menghargainya karena cita-cita besarnya sehubungan dengan nasib kaum wanita terutama berkaitan dengan pendidikan. Di zaman itu, perempuan yang mampu bersekolah tinggi dapat dihitung jari. Bahkan Kartini harus berhenti menyelesaikan pendidikannya di usia 12 tahu.

Pendidikan adalah hak dari semua orang dan semua berhak mendapatkan pendidikan yang layak.  Sekarang kita dapat bersekolah setinggi-tingginya. Berpendidikan tinggi untuk membangun generasi yang unggul dan cerdas untuk kemajuan bangsa. Alasan kita harus berpendidikan karena perempuan menjadi sekolah pertama bagi anak-anak sehingga kita bisa membangun generasi unggul menjadi penerus bangsa.

Jumat, 04 Maret 2016

Menikmati Indahnya Kebersamaan

Kita tentu sangat mendambakan selalu bisa bersama-sama dalam melewati hari-hari ini bersama orang-orang terdekat kita. Momen kebersamaan sangat kita nanti-nantikan. Kita tentu akan merasa sangat bahagia apabila setiap waktu luang kita diisi bersama keluarga, kerabat, ataupun orang-orang terdekat kita. 

Menikmati indahnya kebersamaan bersama keluarga, kerabat ataupun orang-orang terdekat merupakan sebuah  kebahagiaan tersendiri dalam hidup . Terlebih lagi jika bisa merasakan hal tersebut hampir tiap hari. Orang-orang yang dimaksud disini bukan hanya saja keluarga melainkan , sahabat, rekan kerja dan orang-orang yang sering melakukan aktivitas bersama kita. 

Tidak perlu membutuhkan berbagai macam hal untuk memberikan kebahagiaan tersebut. Cukuplah luangkan waktu dan buat agenda untuk melakukan berbagai aktivitas bersama. 

Indahnya kebersamaan , semoga kebersamaan selalu bisa kita jaga dengan baik. Tidak ada perselisihan berkepanjangan yang dapat memutuskan tali silaturrahmi kita dengan orang-orang terdekat kita. 


Kamis, 03 Maret 2016

Gempa Melanda Indonesia

Gempa berkekuatan 5,2 SR mengguncang Malang bagian selatan. Titik gempa berpusat di laut selatan pada kedalaman 19 kilometer di 81 kilometer Barat Daya, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berdasarkan info dari BMKG, gempa terjadi pada pukul 13.09 WIB.

Gempa terjadi lagi gempa bumi berkekuatan 8,3 skala richter mengguncang bagian barat Sumatera sekitar pukul 19.49 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan warning terhadap bahaya Tsunami yang bisa ditimbulkan oleh gempa tersebut. Tetapi terjadi stunami seperti yang dipikirkan.

Kita bersyukur tidak terjadi stunami seperti tahun 2004. Hikmah gempa ini, kita harus selalu waspada terjadinya gempa, kondisi Indonesia yang berada jalur subduksi, pertemuan antara lempeng daratan Eurasia dengan lempeng Samudra Hindia Australia

Rabu, 02 Maret 2016

Antisipasi Pekerja Asing Karena Dampak MEA

Pemerintah harus memperhatikan lonjakan pekerja asing. Berdasarkan laporan BPS, sampai akhir Februari, terdapat 25.328 pekerja WNA yang masuk ke Tanah Air. Jumlah ini naik drastis 69,3 persen jika dibandingkan tahun lalu.

Pekerja asing mengurangi peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Lapangan pekerjaan di Indonesia masih sedikit. Jika tidak pengangguran di Indonesia semakin tinggi. Masyarakat juga harus dibekali dengan keahlian  sehingga tidak kalah bersaing.

MEA dapat berdampak positif dan negatif. Tetapi kita harus mengantisipasi kemungkinan terburuk yaitu merugikan masyarakat.

Selasa, 01 Maret 2016

Krisis Kepemimpinan

Indonesia memiliki beberapa permasalahan yang besar. Terlalu banyak masalah yang dihadapi oleh bangsa ini, berbagai masalah, cobaan, rintangan dan bencana datang silih berganti. 

Kita selalu menyebut indonesia sebagai negara berkembang, namun sampai sekarang perkembangannya selalu terseok-seok, entah kapan benar-benar mampu mengepakkan sayapnya.

Salah satunya permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia yaitu krisis kepemimpinan. Pemimpin yang kita percaya malah salah menggunakan wewenangnya.

Pemimpin yang kita harapkan membawa perubahan,  tak berdaya atas rayuan dunia. Lalu rakyat harus percaya pada siapa?.

Senin, 29 Februari 2016

Cinta Tanah Air Sejak Dini

Mengenalkan cinta tanah air sejak dini akan membuat anak belajar untuk peduli dengan nasib bangsanya.

Cinta tanah air merupakan pengalaman dan wujud dari sila Persatuan Indonesia yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Sikap cinta tanah air perlu ditanamkan sejak usia dini, agar sebagai generasi penerus bangsa dapat mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan menghindari penyimpangan-penyimpangan sosial yang dapat merusak norma-norma dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Minggu, 28 Februari 2016

Mendamba Negarawan

Pemimpin dan kepemimpinannya merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia dan berperan sentral dalam menjalankan roda organisasi. Bahkan, pemimpin dengan kepemimpinannya menentukan maju atau mundurnya suatu organisasi, dan dalam lingkup lebih luas menentukan jatuh dan bangunnya suatu bangsa dan negara (Kartini, 2013).

Negarawan adalah orang yang rela berkorban secara tulus demi keutuhan dan kemajuan bangsanya, juga ikut serta secara aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Dia bukanlah orang yang menghitung-hitung untung rugi ketika tenaga dan pemikirannya dibutuhkan oleh negara. Dia juga bukan orang yang memilih untuk tutup mata saat kemiskinan dan ketidakadilan terjadi di hadapannya. Pandangannya dapat dilihat dari visi yang jelas tentang arah ekonomi, politik, keamanan dan pendidikan yang akan dia kembangkan. Visi yang dimilikinya adalah visi yang melihat jauh ke depan. Dia bukanlah sosok yang mementingkan kepentingan sesaat demi citra pribadi serta golongannya saja. Karakter negarawan sejati bisa dibuktikan secara langsung ketika kursi kekuasaan telah dia dapatkan.

Negarawan hanya dijadikan sebagai simbol dan stastus saja. Kepemimpinan “negarawan” musiman hanya akan membuat kelangsungan nasib suatu negara menjadi terancam. Para politisi yang menjadi “negarawan” musiman akan melepaskan tanggung jawabnya begitu saja setelah kekuasaan didapatkan. Dia akan bertindak ketika tindakan yang dia lakukan memberikan keuntungan bagi diri atau kelompoknya.


Sabtu, 27 Februari 2016

Tujuan Murni Untuk Indonesia

Tujuan kita harus tetap murni, yaitu mensejahterakan rakyat dan membangun Indonesia yang kuat dan berdikari. Jangan biarkan kita salah melangkah.

Tugas kita berat. Melawan kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak jujur, kekuatan yang ingkar janji, kekuatan yang naik dengan kecurangan, kekuatan yang naik dengan kebohongan, kekuatan yang mencuri dari rakyatnya sendiri, kekuatan yang menjual bangsa kepada bangsa lain, kekuatan yang bersedia menjadi antek asing.

Tetaplah di jalan yang kita yakini bersma. Demi rakyat dan Indonesia