Novita Wijayanti bersama Rakyat.

Novita Wijayanti bersama generasi muda.

Novita Wijayanti bersama pengurus KNPI.

Novita Wijayanti bersama anak tercinta.

Senin, 05 Mei 2014

Kenapa kita harus berjuang


“Sahabatku, gerakan kita beranjak dari suatu perasaan kerisauan. Kita risau bahwa kekayaan alam bangsa Indonesia yang berlimpah, karunia Tuhan Yang Maha Esa yang begitu besar bagi bangsa Indonesia, terus menerus diambil namun tidak dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Perjuangan kita tidak ringan karena banyak kekuatan yang ingin kondisi seperti sekarang terus berlanjut. Banyak kekuatan yang menghendaki sistim pemerintahan yang lemah. Banyak kekuatan yang suka dengan pejabat-pejabat yang bisa dibeli. Tujuan utama mereka adalah meraup uang sebanyak-banyaknya – mereka tidak peduli dengan apa yang terjadi di bawah.

Lantas apa yang harus kita kerjakan? Apa kita hanya bisa terus mengeluh dan mengkritik? Saya rasa tidak. Kita harus memilih untuk berjuang, berjuang dan terus berjuang sampai dengan hembusan nafas kita terakhir. Inilah ajaran nenek moyang kita. Jangan pernah menyerah, jangan pernah menyerah, jangan pernah menyerah.”

“Sahabatku, gerakan kita beranjak dari suatu perasaan kerisauan. Kita risau bahwa kekayaan alam bangsa Indonesia yang berlimpah, karunia Tuhan Yang Maha Esa yang begitu besar bagi bangsa Indonesia, terus menerus diambil namun tidak dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Perjuangan kita tidak ringan karena banyak kekuatan yang ingin kondisi seperti sekarang terus berlanjut. Banyak kekuatan yang menghendaki sistim pemerintahan yang lemah. Banyak kekuatan yang suka dengan pejabat-pejabat yang bisa dibeli. Tujuan utama mereka adalah meraup uang sebanyak-banyaknya – mereka tidak peduli dengan apa yang terjadi di bawah.
Lantas apa yang harus kita kerjakan? Apa kita hanya bisa terus mengeluh dan mengkritik? Saya rasa tidak. Kita harus memilih untuk berjuang, berjuang dan terus berjuang sampai dengan hembusan nafas kita terakhir. Inilah ajaran nenek moyang kita. Jangan pernah menyerah, jangan pernah menyerah, jangan pernah menyerah.”
- See more at: http://partaigerindra.or.id/#sthash.s6ouohaC.dpuf

Senin, 21 April 2014

Capaian bagus Partai Gerindra

Novita Wijayanti bersama anak yatim
Pemilu tahun 2014 ini adalah momentum yang tepat untuk dapat merubah bangsa Indonesia. Saya Novita Wijayanti menyaksikan perubahan bangsa menuju yang lebih baik melihat hasil pemilu terutama perolehan suara partai Gerindra. Perolehan suara Partai Gerindra yang melejit ini membuktikan masyarakat indonesia mulai melek politik dan ingin berubah.

Alhamdulillah saya sebagai salah satu kader partai akan terus berusaha memberikan kontribusi nyata. Saat ini saya berada di Banyumas dan mendengar kelah kesuh mereka. Sehingga sudah menjadi tugas saya untuk meneruskan apa kepentingan mereka dan melakukan advokasi yang nyata bagi mereka.

Saya juga berterimakasih atas doa semua pihak yang telah mendukung saya. Doakan kami tetap istiqomah memperjuangkan suara rakyat.

Rabu, 26 Maret 2014

Novita Wijayanti : Mereka hanya butuh perhatian

Novita Wijayanti bersama Warga





Rakyat sejatinya sangatlah sederhana, mereka hanya membutuhkan perhatian lebih dari para penguasa. Saya Novita Wijayanti, telah banyak membuktikan bahwa masyarakat sangat senang apabila ada pemimpin yang turun menemui dan mendengar langsung keluh kesahnya. Saya yakin, Rakyat sebenarnya mudah untuk di ajak bicara apabila menggunakan hati.

Selama ini saya berusaha untuk terus bersama mereka, memberikan banyak hal dan semoga apa yang saya lakukan betul betul memberikan manfaat. Dan sebenarnya, dengan datangnya para pemimpin menemui mereka itu menjadi sebuah hal membahagiakan. Jadi ayo para pimimpin, temui mereka, dengarkan keluh kesah mereka.

Saya setuju Prabowo Subianto Gajah Mada Abad ke-21

Saya menemukan artikel menarik tentang bapak Prabowo Subianto di kompasiana. Di artikel itu tertulis, Prabowo Gajah Mada Abad ke 21, bisa jadi betul. Meilihat ketegasan beliau, Jiwa kesetiaan kepada NKRI, UUD 45 dan Pancasila yang tidak di ragukan lagi. Dan rasa yakin saya semakin kuat setelah beliau memberikan kontribusi nyata dalam membela rakyatnya yang sedang terkena masalah di negeri malaysia. Ialah Gajah Mada Abad ke 21. Ini adalah artikel yang saya ambil dari kompasiana. 

Prabowo Subianto: Gajah Mada Abad ke-21? Akankah Sejarah Berulang?

Penulis pernah baca semua novel Gajah Mada karangan Langit Kresna Hariadi (ada 5 buku kalau gak salah) . Pengarang buku mengklaim sudah melakukan riset sebelum menulis novel tersebut sehingga walau pun beberapa dibumbuhi oleh imajinasi pengarang tapi tidak mengubah fakta-fakta sejarahnya. Ada fakta menarik disini mengenai hubungan antara Gajah Mada di zaman Majapahit dengan Prabowo Subianto Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dimana setelah penulis amati Prabowo Subianto memiliki banyak kesamaan dengan Gajah mada versi Langit Kresna Hariadi.

Kesamaan pertama yaitu Sama-sama memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi (silahkan periksa 6 program aksi Partai Gerindra dan orasi2 politik mau pun ceramah2 yang dilakukan oleh Prabowo di www.youtube.com (gerindraTV) dan sumpah palapanya Gajah Mada)

Kesamaan kedua yaitu : Gajah Mada dan Prabowo sama-sama berasal dari pasukan khusus dan pasukan tempur bagian telik sandi (inteligent) . Semua orang sudah tau 08 adalah nama sandi Prabowo di Kopassus. Karir mereka di militer sama-sama melesat di waktu mudanya (the rising star) sehingga sama-sama menjadi komandan. Kalau Gajah Mada Komandan pasukan Bhayangkara, Prabowo Komandan Jendral Kopassus

Kesamaan ketiga adalah karir militer mereka jatuh ditandai oleh peristiwa huru-hara. Karir militer Gajah Mada berhenti setelah kasus Huru hara di Bubat sedangkan karir militer prabowo jatuh tidak lama setelah kasus huru hara Mei 1998. Baik Gajah Mada mau pun Prabowo sama-sama dipecat tidak lama setelah peristiwa huru hara itu terjadi.

Kesamaan berikutnya adalah setelah di pecat dari militer Gajah Mada kemudian mengasingkan diri beberapa waktu (tidak tau kemana) . Prabowo mengasingkan diri ke Yordania sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Mereka berdua sama-sama tidak terlibat urusan pemerintahan dalam kurun waktu tertentu (dipingit?).

Diceritakan kemudian Gajah Mada kembali ke pemerintahan dan menjabat Mahapatih (kurang lebih sama dengan jabatan dengan presiden atau perdana mentri) dan menjadi Maha Patih terbesar dalam sejarah Majapahit, yang mempersatukan Nusantara, yang membawa Majapahit memasuki zaman keemasannya.

Apakah kemudian Prabowo Subianto yang sudah kembali dari pengasingan (dipingit?) akan mengikuti jejak Gajah Mada dengan terpilih menjadi Presiden tahun 2014 dan bakal menjadi Presiden terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia? Wallahu alam…

Terakhir, penulis coba liat-liat foto-foto Pak Prabowo waktu muda yang banyak di upload di facebook Pak prabowo, penulis melihat seperti terjadi transformasi wajah (hehehe). Terlihat perbedaan wajah prabowo yang waktu muda terlihat kurus namun tegap, tampan dan gagah dengan Pak prabowo yang sekarang. Meskipun sekarang terlihat lebih gemuk namun ke gagahan masih terlihat dan yang menarik adalah wajah pak prabowo sekarang mirip sekali dengan patung-patung Gajah Mada hehehehe.

Terserah orang mau bilang apa, Aku untuk Rakyat


Masuk ke dunia politik ibarat masuk ke dunia rimba. Banyak sekali kepentingan-kepentingan di kanan kiri. Jika tidak pandai membawa diri, maka kita akan mudah terbawa. Dan kadang dengan tega bisa mencurangi orang lain dengan cara-cara yang tidak baik. Namun hingga kini saya Novita Wijayanti meyakini, itu semua adalah pengorbanan yang harus di bayar dalam memperjuangkan rakyat.

Suara-suara miring tentu saja ada, namun itulah ujian. Yang terpenting adalah menguatkan komitmen pada hati, bahwa apa yang dilakukan adalah untuk merah putih dan untuk kesejahteraan bangsa. Jika niatan lurus, di hati ringan meskin baru berubrukan dengan berbagai persoalan. Saya percaya kepada Allah, setiap amal baik akan mendapatkan balasan, begitu juga dengan amalan buruk. Saya ingat kata nabi, manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.


Rabu, 19 Maret 2014

Tanki air bersih untuk warga yang membutuhkan






Di musim kemarau lalu alhamdulillah program tanki air bersih ini cukup membantu masyarakat terutama yang kesulitan air bersih. Di musim penghujan saya kira juga masih di butuhkan apabila nanti ada bencana alam yang tidak kita harapkan misalnya banjir atau longsor tanki ini bisa menjadi solusi.

Bukan ingin pamer, namun hanya ingin mengajar kepada semua saja yang memiliki kemampuan lebih untuk ikut berpartisi pasi, air adalah sumber kehidupan bagi semua, kesulitan air bersih bagi warga agar berdampak kepada kesehatan mereka. semoga saja kontribusi yang kecil ini mampu memberikan manfaat.


Gerindra terbuka dengan kader berpotensi

Novita Wijayanti bersama kader Gerindra yang lain dari berbagai kalangan
Sebagai partai yang beru berusia muda, Gerindra sadar masih harus banyak belajar dan menguatkan potensi partai. Meskipun Gerindra di pimpin oleh sosok yang kuat seperti Prabowo Subianto, namun ternyata Gerindra terbuka terhadap kader kader yang memiliki potensi. Hal ini dikarenakan niatan perjuangan adalah untuk bangsa dan negara bukan untuk kekuasaan pribadi.

Tak heran, partai Gerindra saat ini banyak para talenta muda yang berbakat di segala bidang, sosial, politik, ekonomi, bahkan olahraga dan seni. Banyak juga artis dan pengusaha yang bergabung. Partai Gerindra sangat terbuka terhadap masukan-masukan para kadernya, ini yang membuat partai ini akan besar di saat yang akan datang.

Partai Gerinda memiliki posisi yang sangat bagus saat ini bahkan mampu masuk di empat besar, namun Prabowo Subianto merasa yakin Gerindra bisa meraih dari pada itu. Melihat kesolidan partai Gerindra yang memiliki banyak kader yang berpotensi, tidak akan sulit Gerindra memimpin bangsa ini.


Rabu, 12 Maret 2014

Apapun partainya jangan lupa kita Indonesia

Kerasnya persaingan politik kadang membuat para pemuda bangsa ini saling tercerai berai dan saling menyerang. Hemat saya Novita Wijayanti, bersainglah secara sehat dengan berbekal kemampuan dan ilmu. Berkompetisi atas dasar kemampuan. Biarkan masyarakat memilih, tak perlu gontok-gontokan apalagi saling mencelakai.

Kita harus tau, siapapun kita, dimanapun kita hati kita di satukan oleh dua warna, merah dan putih, tidak biru, tidak kuning, tidak hijau, tidak merah, tidak coklat, tidak abu-abu. Jika kita kembalikan kepada tujuan awal bahwa kita berjuang untuk merah putih maka tidak ada lagi kata perceraian dan berpecah belah.

Bangsa ini mampu mengusir penjajah dengan persatuan, bangsa ini menjadi bangsa besar dengan persatuan, kita harus belajar dari masa lalu dan bangsa-bangsa lain yang sudah hancur dengan perpecahaan. maka jangan sampai kita mengulangi lagi dan harus kembali ke masa suram seperti dulu kala.