Selasa, 08 Agustus 2017

Semangat Nasionalisme dari Lomba-Lomba Tujuh Belasan

Sumber gambar
Sebentar lagi Indonesia akan merayakan hari jadinya yang ke-72. Kemeriahan tujuh belasan pun sudah terasa. Dari berkibarnya bendera dan umbul-umbul di sepanjang jalan, hingga lomba-lomba yang diselenggarakan di berbagai tempat.

Lomba yang diselenggarakan pun bermacam-macam. Namun yang populer dan cukup sering diadakan biasanya adalah panjat pinang, makan kerupuk, tarik tambang, dan balap karung.

Tahukah Anda, bahwa dari lomba-lomba rakyat tersebut, ternyata bisa memupuk nasionalisme kita?

Konon, lomba balap karung dilandasi pada keprihatinan rakyat pada masa penjajahan Jepang yang begitu miskinnya sampai-sampai hanya berpakaian karung goni. Sehingga, lomba balap karung dapat mengingatkan akan perihnya kehidupan pada zaman itu, dan generasi sekarang dapat menghargainya dengan mensyukuri kemerdekaan saat ini.

Dari tarik tambang, kita bisa belajar tentang gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas. Sementara dari lomba makan kerupuk, kita bisa merenungi kondisi saat ini, di mana hanya makan saja masih banyak yang kesusahan, sebab berbagai kondisi yang disimbolkan oleh tangan terikat.

Lebih jauh dari itu, semua jenis permainan tradisional ini ternyata masih bertahan setelah sekian lama di tengah gerusan zaman yang lebih banyak menggunakan teknologi. Ini menunjukkan bahwa sejatinya, agenda-agenda tradisonal masih memiliki arti dalam jiwa segenap masyarakat Indonesia. Permainan-permainan yang khas Indonesia merupakan momentum kebersamaan yang jarang terjadi di hari-hari biasanya akibat kesibukan masing-masing.

Terselenggaranya lomba-lomba peringatan 17-an ini tepat sekali menjadi cara untuk menanamkan semangat cinta tanah air, sebab biasanya diikuti oleh berbagai kalangan usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.

0 komentar:

Posting Komentar